menunggu pesawat selanjutnya

May 30th, 2007 by ageel

MASIH setengah jam lagi. Kataku pada Hanna yang sudah lebih dulu menyandarkan punggungnya ke kursi. Hari ini hari terakhir di bulan Mei dan saat ini kami berada di ruang tunggu keberangkatan bandara Changi, Singapura. Setelah sekitar satu setengah jam terbang dari Jakarta, kami masih harus transit menunggu pesawat kami selanjutnya tujuan Belanda. Ari, kamu yakin tidak perlu obat tidur? Hanna bertanya padaku sambil melipat kakinya sehingga posisi duduknya agak merosot kebawah dan menjadi lebih santai.

            Sekarang belum perlu, mungkin nanti. Aku masih belum mengantuk. Lagipula obat tidur tidak mempan untukku pada saat berpergian seperti ini. Kuambil boarding pass milikku dan kumasukkan dalam lipatan buku paspor seperti yang sudah Hanna lakukan.

            Hanna menoleh menatapku, andai saja Indonesia bisa lebih tertib seperti disini. Aku mengangguk. Membayangkan apakah mungkin Indonesia bisa teratur seperti beberapa negara yang pernah kukunjungi. Indonesia mungkin masih jauh dari tertib, tapi paling tidak Jakarta harus bisa memberi contoh.

            Obrolan tengah malam di negeri orang tentang negeri sendiri pun terus bergulir. Jujur saja aku merasa lebih aman berada di bandara negara lain daripada di Soekarno-Hatta. Hanna mengerutkan dahi, tidak mengerti kenapa aku punya pikiran seperti itu. Menurutku sederhana saja, coba perhatikan di Changi ini, begitu tertib dan teratur. Apa yang benar memang dikatakan benar, dan yang salah memang salah. Kalau di Indonesia yang salah belum tentu salah, yang benar belum tentu benar, semuanya abu-abu. Hebatnya lagi yang salah tadi bisa jadi benar atau yang benar bisa jadi salah. Ruwet.

            Kamu ingat waktu aku kembali dari Belanda dua tahun lalu? Hanna menggeleng. Dengan alasan ukuran koper terlalu besar, aku harus membongkar isi koperku untuk diperlihatkan kepada petugas douane. Aku dianggap seperti bandar narkoba yang menyelundupkan narkotik masuk ke Indonesia. Padahal waktu itu yang kubawa hanya baju dan buku-buku yang kugunakan selama kuliah. Kesal karena tidak menemukan barang-barang yang bisa dipersalahkan dalam koperku, lantas para petugas mantan preman itu menetapkan ”fine” sebesar dua ratus ribu. Sebuah syarat jika koper dan barang-barangku ingin merasakan udara knalpot Jakarta yang bikin megap-megap. Tentu saja aku dan beberapa orang yang bernasib serupa denganku protes. Tapi bagai mengalahkan buto ijo yang sadis dan licik, tetap saja kekalahan ada di pihakku. Aku harus membayar denda dengan alasan koperku overweight. Seperti itukah keramah-tamahan Indonesia? Pantaslah jika Indonesia selalu dikalahkan bangsa lain.

            Aduh kasihan! Hanna tertawa geli. Dia mengikat rambutnya kebelakang mirip ekor kuda. Sekarang kamu boleh senang karena paling tidak kamu akan bertemu preman-preman itu dua sampai tiga tahun lagi, kata Hanna meledek.

            Semoga saja. Aku hanya bisa mengharapkan jika kita nanti kembali, Jakarta sudah bisa lebih tertib. Atau jangan-jangan malah tambah amburadul. Segera kujejalkan paspor kedalam tas pinggang bercampur dengan kwitansi pembayaran fiskal. Sepotong kertas bernilai satu juta rupiah yang merupakan pajak persembahan bagi bos para preman.

            Aku seharusnya lebih banyak bersyukur karena bisa melihat dan menikmati sisi lain belahan dunia. Hanna lalu tersenyum. Bertemu orang-orang dengan berbagai karakter, melihat kebudayaan baru, dan mempelajarinya. Di setiap negara yang pernah kukunjungi selalu tertinggal kesan menyenangkan. Seperti di Singapura ini. Walaupun hanya sekedar singgah dan beristirahat sejenak di ruang tunggu, kesan tertib dan teraturnya sebuah negara sudah bisa kurasakan.

            Ya, aku setuju denganmu, kata Hanna. Tapi sejauh-jauhnya bangau terbang, toch akan kembali ke sarang juga. Jika nanti kembali, rajutlah sarang yang indah. Aku mengangguk. Kuresapi benar perkataan Hanna selama beberapa saat. Kami berhenti bicara sejenak hingga kulihat orang-orang di ruang tunggu keberangkatan ini bersiap-siap mengantri masuk ke pesawat.

            Hanna menarik napas panjang dan mukanya cerah seperti baru menghisap udara taman bunga. Dia duduk tegak dan kelihatan lebih berenergi. Kupegang erat tangannya. Rasanya bahagia sekali.

Ayo Hanna, kita terbang! Kuraih handbaggage dan kugandeng tangan Hanna menuju belalai pesawat. Selamat tinggal Changi, sampai jumpa lagi.

            Pesawat pun lepas landas.

Ingatan di Tengah Jalan Setapak

May 17th, 2007 by ageel

Terperangah menatap langit. Awan putih berlomba maju melewati padang jerami. Sekilas terik panas matahari terasa menyengat kulit. Tapi begitu bayangan perlombaan awan menutupi birunya langit, sejenak rasa segar menerpa kulit. Padang jerami pun berubah lebih gelap. Tiupan angin memejamkan mata, munculah bayangan lain. Bukan awan. Tapi manusia. Manusia-manusia hebat yang menjadi sahabat.

Clark Kent. Sahabat saya yang konon kabarnya bisa berubah menjadi Superman. Pahlawan seperti Sudirman. Waktu masih ABG sangat badung sekali. Maklum masih menjadi Superboy, kawannya pun cuma satu si Sudirboy. Sekarang dia sudah sangat jelas berbeda. Sifatnya paling dewasa dibanding saya dan sahabat-sahabat saya yang lain. Paling tidak itu menurut saya. Kadang Superman ini suka merasa rendah diri dihadapan orang lain, padahal orang lain belum tentu bisa seperti dia. ”Pengalamannya” pun banyak, sebut apa saja dia pasti sudah pernah. Tapi terkesan hidupnya agak berat sebelah. Ingat sekali lagi hanya kesan.

Fira Basuki. Sahabat saya sejak menginjakan kaki di bumi kampus tercinta dari lima tahun lalu. Pandai membaca gerak-gerik orang. Haus cinta dan pelukan. Ingin selalu disayang, sayang dia sering tidak sadar betapa banyaknya orang dibelakangnya yang rela menderita untuk membelanya. Saya salah satunya. Sibuk mencari cinta sejati, tapi standar yang dipatok terlalu tinggi. Merahnya gincu akan pudar bila dia tertawa. Lepas dan lebar. Hingga isi seluruh mulutnya bisa terlihat jelas. Saya pun akan tertawa bila dia tertawa. Tidak hanya leher anjing peliharaannya yang dia beri hiasan kalung, dia pun gemar sekali mendengar gemerincing untaian demi untaian yang melingkar di lehernya sendiri. Entah dia meniru hobby hewan piaraannya atau justru piaraannnya yang diwajibkan mempunyai hobby sama dengan sang majikan. Sahabat saya yang paling tegar. Hingga terkadang dia berpikir dengan pandangan terlihat kosong. Alias bengong. Walaupun dia menganggap saya introvert, tapi jika ada kesempatan, saya ingin cerita banyak dengannya.

Ibu kita Kartini. Sahabat saya ini benar-benar mempunyai jiwa pengayom. Saya dan para sahabat saya tercinta pasti akan terlunta-lunta kalau tidak ”diasuh” oleh ibu kita Kartini dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah. Habis gelap terbitlah terang. Ibu kita ini pandai segala hal. Dan yang paling saya suka sifat sosialnya itu. Senang berbagi dan tidak pelit sama sekali. Selalu membantu sahabatnya terlebih dahulu baru dia membantu dirinya sendiri. Jiwa sosialnya itu bisa meruntuhkan stereotype padang bengkok. Mm, tapi kalau untuk rahasia, saya lebih mempercayakannya pada si Fira Basuki.

Kasino Warkop. Sahabat saya yang terobsesi dengan gaya pria metroseksual. Kalau lebih PD sedikit lagi mungkin dia sudah menjadi artis. Hip hop bling bling. Cerdas tapi bawel karena terbiasa mengatur adik-adiknya yang lumayan banyak. Walaupun begitu hidupnya sangat bahagia, sudah ada tambatan hati yang siap dibawa menuju pelaminan. Tidak tanggung-tanggung, dua profesi pekerjaan diganyang sekaligus. Sibuk tapi masih sempat bermain bola. Entah apalagi yang dicarinya.

Bu Kasur. Sahabat saya yang sangat menyukai anak kecil. Hingga dia rela menjadi guru balita. Menurutnya tidak ada yang lebih menggemaskan selain mendengar celoteh bayi. Ada Bu kasur pasti ada Pak Kasur. Keduanya berpengalaman menjadi pengajar balita. Benar-benar pasangan yang kompak. Sebagai pendidik anak-anak, sahabat saya ini sangat ramah sekali. Terkadang saya jadi ingin ”diajari” olehnya. Pribadinya sangat unik. Terlihat lebih matang daripada usianya. Bibirnya yang gembul sering berceloteh cabul. Tapi lucu. Sahabat yang imut.

Victor Wooten. Sahabat saya yang paling jago membetot senar bass. Badannya pun sekelas instrumen kontra bass. Gede titik. Jadi pantaslah bersanding dengan alat musik ini. Bass kok mainin bass. Tapi dia sahabat saya yang paling sabar. Semua masalah akan ada jalan keluarnya kalau bersama sahabat saya ini. Kalau mentok, santai saja. Pokoknya gak berasa hidup kalau tegang, jadi rileks aja man.

Lisa Simpsons. Sahabat saya yang merupakan anak kedua dalam keluarga. Hobbynya tentu saja musik. Berbagai jenis lagu dia kuasai. Kalau disandingkan dengan handphone trendy masa kini bisa dibilang dia mempunyai fitur Play Now dalam jiwanya. Tinggal sebut judul lagu, maka melantunlah bait-bait lagu yang dimaksud. Walau terkadang hanya humming saja. Berbeda dengan Victor, sahabat saya yang satu ini paling ringan badannya diantara sahabat yang lain. Tapi untuk bermain basket jangan dipandang sebelah mata. Jagoan dia.

Wanda Hamidah. Sahabat saya yang mempunyai segudang profesi. Mahasiswi, karyawati, fotografer, dan aktivis. Sibuk sekali, hingga sering dicap lemah syahwat. Tapi itu hanya tampilan luarnya saja. Dalam dirinya ada mahasiswi cerdas, karyawati handal, fotografer profesional, dan aktivis pembela hingga titik darah penghabisan. Paling pendiam diantara sahabat-sahabat saya yang lain. Jangan sandingkan dia dengan si Kasino yang rame. Dia paling hanya manggut-manggut tanda setuju. Atau geleng-geleng tanda menolak. Jika berpikir bisa sambil tersenyum. Kalau mengerti akan keluar Oo..panjang dari bibirnya yang berwarna merah. Tapi menurut desas-desus, fansnya banyak. Walaupun begitu dia tidak ambil pusing. Selama cita-cita belum diraih, yang lain harus menunggu.

Bang Yos. Sahabat saya yang satu ini, kurang saya pahami apa yang paling menjadi kesukaanya. Perlu digaris bawahi kata paling tadi. Dari mulai musik, main kartu, foto-foto, kongkow, ajeb-ajeb, main bilyard, dan body cewek, semuanya dia jadikan kegemaran. Seluruh peta Jakarta dia hapal. Benar-benar warga Jakarta sejati. So, mau apalagi? You say it, you get it.

Kumolonimbus pun menutup langit.

Pech Onderweg

May 12th, 2007 by ageel

Hari ini harusnya gw lagi seneng-seneng minum sampeyan yang kalo ditulis dari bahasa aslinya yaitu campaigne. Lumayan acara gratisan saban taun gara-gara ratu Beatrix di Belanda ulang tahun. Tapi kenyataannya gw harus duduk dalam kelas ngikutin kuliah metode penelitian kuantitaif yang gak bisa gw berikan kesan dan pesan itu. Yah gitu deh..

Akhirnya bisa juga kuliah selesai, pengen banget cepet pulang. Makan sambil nonton tv, terus tidur dan ngarep banget kalo besok bangun pagi gw udah gak ada beban tugas kuliah yang menumpuk seabreg-abreg kayak cucian seminggu.

Setelah berdada-dada ria sama anak kommas yang kayaknya juga udah pada mulai sinting gara-gara tugas, pengen rasanya ngebut biar cepet ampe rumah. Sial, ban belakang motor gw kempes. Gak tau bocor apa cuma kempes doang. Parahnya posisi gw masih di Fisip, yang kalo mau ke margonda jauh, kukusan jauh, kemana-mana jauh buat nyari tukang tambal ban. Anjing… mengongong deket tukang mie yamin. Gw dorong deh tuh motor mengikuti saran temen yang pernah kempes juga bannya di daerah Fisip. Katanya sih di deket Pocin ada tukang tambal ban. Mudah-mudahan masih buka. Karena emang Pocin yang paling deket ama Fisip. Maju tak gentar, lewatin Fasilkom terus lewat belakangnya Hukum yang gelap gempita. Kalo gulita aja sih masih bisa keliatan dikit. Konon kabarnya di daerah ini banyak banget yang namanya anjing. Huuuu, sekali lagi maju tak gentar, biar kata gw phobia anjing, gw masih inget ama yang diatas (apaan yang diatas.. genteng..) semoga gak ada asu yang mau deketin gw. Dan bener banget, gak ada asu yang terlihat batang ekornya sampe gw tiba di pocin. Batang ekor anjing emang gak keliatan tapi batang hidung tukang tambal ban juga gak ada. Kata pedagang warteg, udah pulang gara-gara bete nambel ban mulu.

Oke deh, paling gak udah deket Margonjes. Pasti banyak tukang tambal ban disana. Sampe di Margonjes dari arah stasiun Pocin, kayaknya gw harus jadi spooky driver. Ngelawan arus lalu lintas dari kiri menjadi kanan. Ah paling gak bakal ketangkep polisi, kan motornya gak gw naikin, lagian bannya kempes. Tapi disisi kanan sini kok gak ada tukang tambal ban. Adanya disisi kiri. Kalo begitu masak motornya harus diangkat buat nyebrangin pembatas jalanan. Ah, itu sih lima kali duapuluh. Mendingan terus aja deh cari tambal ban yang disebelah kanan aja. Akirnya setelah melewati Detos dan pom bensin, tetep aja gak ada tukang tambal ban. Ya udah dorong terus. Sampe lewatin Bumi Wiyata dan nyaris sampe Pesona Khayangan. Akirnya ketemu tukang tambal ban yang beroperasi. Capek deh.

Kalo kilas balik proses dorong motor dari fisip ampe sini kira-kira ngeluarin berapa kalori ya. Lumayan olahraga malem-malem. Setelah yakin ban selesai dibenerin dan udah sip, tanceplah pulang ke rumah.

Tepar terkapar, molor selonjor. Ngimpiin tugas-tugas menghadang besok pagi. Ada mpk yang harus dikerjakan menggunakan SPSS dan belajar tentang ketebelece buat tes juga persiapan presentasi. Lantas tiba-tiba pak Dibyo nongol bawa tongkat buat latian nyanyi di balerung. Lagunya ”Paper Market Performance MNC”. Terus tau-tau si Mira dateng bawa fotocopian MMAB yang harus diterjemahin buat hari jumat sebanyak sepuluh lembar. Harus selesai dalam dua hari. Akirnya gw jatuh pingsan dalam mimpi waktu si Mimmy ngasi tau soal UAS harus bikin disain koran. Ditonjok KO sama Om Jin pake personal profile yang harus presentasi sabtu ini..

Minggu ini aneh banget, rasanya lama kalo mikirin tugas seabreg-abreg dan bikin pusing itu, tapi rasanya lumayan cepet kalo mikirin kapan gw mulai ngerjain itu tugas-tugas. Tarsok-tarsok, entar aja deh besok-besok. Terus aja gitu ampe deadline. Tapi masih untung tuh, itu kan cuma ngimpi senen malem.

Masih ada selasa-rabu-kamis-jumat.. tetep di empat mata!!

5 February 2007

February 10th, 2007 by ageel

Tau gak ada apa hari ini. Hari ini gw ulang tahun!! Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat panjang umur kita kan doakan. Selamat sejahtera, sehat sentosa!! Selamat panjang umur dan bahagia!! Hip hip hoera.. hiperdipiep Hoera!!

Alhamdullilah gw udah sampe di umur ke 23. Mudah-mudahan semakin dewasa dan bijaksana dalam menjalani hidup. Walau kelakuan masih bersifat ABG, semoga bisa lebih baik kedepannya. By the way, inilah ucapan selamat dari sms yang berhasil gw himpun selama seharian ini. Bagi yang belom ngirim, masih bisa dan boleh kok.. ehehehehe… ayo segera… hueee…

Arius: Happy birthday bro, wish u all d best in life.. May all good things

ur

way this year.. Happy agil day!

Angga: Agil hepi bday yha..smoga panjang umur, sehat selalu, sukses, en tercapai semua yg lo pengen di taun ini. Amin….

Anggie: Hohoho.. Agilgulgelgol.. satria degil yg masygul doyan togel & palanye bagol.. huhuhu.. happy birthday… hihihi.. pjg umur, murah rizki, enteng jodoh, cpt langsing.. hehehe.

Bunga: walopun jkt dikepung banjir, wlpn pulsa gw ud mulai mnipis, tp gw teuteup mo ngucapin HAPPY BIRTHDAY! Wishin u all d’best  4

ur

age, n makasi u wkt itu.. wkt gw banjir.. banjir air mata mxdny, hehe..

Aga: Eh piki, met ulang taun ya. Dah 23 aja lo. Wahaha.. Paling tua.. Ntar makan2 dimana?

Seto: Woi gil. Happy b’day ya.. sorry tadi gw gak ngucapin. Abis lo bete gitu ditelp. Gw gak minta traktir kok. Cuma kbtulan gw lg didarma, laper, trus aga ngajak kesolaria deh

Mba Lilik: Im met ultah ya? Tambah sehat, cepet dapet kerja, kupinge ngerungokne ele wong tue ngomong… hehe.. kata mami.

Andin: Agil, happy belated b’day 2 u, wising u happy & healthy, btw depok banjir ga?

Titiw: Met hari burung kawan, best wishes always.. cup..cup..

Vinaya: Agil, Happy B’day yak.. All the best, sukses selalu ^_^

Japra: Wilujeng tepang taun, mugi-mugi panjang umur nu barokah, anjeun dipasihan kabahagiaan jeung kabagjaan nu sajati ti Gusti Nu Agung. Amien

Ratih: Hai2.. the birthday boy! Happy b’day ya.. wah, kl bsk kita ktmuan, gw ditraktir dong. Hehe.. Yo wes all the best for u.

Juju: Gw telattt!! Maap ya agilagila! Happy bday darling! Wish u all d best! Friends 4evah!! ;)

Tsel_BOGOR: DIREKSI DAN STAFF TELKOMSEL MENGUCAPKAN “SELAMAT ULANG TAHUN”.

Phawhh.. gw seneng J thanks God!

Jus Timun & Primbon

January 31st, 2007 by ageel

Gak tau kenapa, tapi gw pengen banget minum yang seger-seger. Mungkin bisa dibilang kayak orang ngidam. Lagi pengen banget minum jus timun. Asal tau aja, jus timun itu emang seger banget. Rasanya manis-manis seger rasa timun (ya iyalah namanya juga jus timun). Alhasil gw segera pergi ke toko yang ngejual jus timun. Toko ini bukan toko sembarang toko. Tapi toko yang menjual makanan dan minuman secara cepat (alah.. bilang aja fast food). Di konter toko -yang lebih cocok dibilang restoran cepat saji- itu sudah berderetan empat kasir yang berfungsi sekaligus sebagai meja order. Kalo susah ngebayanginnya, pikirin aja kalo lagi mesen berger di McD.

Empat orang pelayannya masing-masing udah siap berdiri di balik mesin kasir dengan seragam putih, senyum ramah bersahabat dan siap membantu. Komplit dah. Langsung aja gw menuju kasir yang gak begitu rame. Setelah antri, tibalah giliran gw untuk mesen.
”mm.. saya mau jus timun satu untuk dibawa”.
”satu jus timun, 4500, ada lagi yang lain”
”gak, itu aja”
”terima kasih”

Lima menit menunggu jus timun, tapi belom jadi juga. Mungkin masih di blend kali. Dan pelayan yang ngelayanin gw segera menutup kasirnya karena udah malem dan emang restoran udah mau tutup. Semakin ditunggu, semakin lama aja tuh jus timun gak selesai-selesai. Karena udah pengen banget ngerasain jus timun, plus basi kelamaan nunggu, akirnya gw pindah ke kasir sebelah yang masih buka untuk minta jus gw.
”tadi saya mesen jus belom jadi?”
”oh, sebentar ya”

Lantas si pelayan menyodorkan segelas jus berwarna kuning ke gw. Tapi anehnya jus kuning itu nggak berisi full. Isinya cuma separuh gelas. Bahkan bisa dibilang kurang dikit. Cuma ada sedotannya doang.

Dengan kaget, heran, bingung, kesel, bete, ganteng, gw langsung aja komplain. Masak jusnya cuma separo gelas. Terus pelayannya tetep keukeuh.. kalo porsinya emang segitu. Ya udah mau gimana lagi, karena aus langsung aje gw sruput jus itu.

Pwuih.. puah… bah… apaan nih. Kok rasanya kayak jus nanas. Gw panggil lagi tuh pelayan. Komplain lagi kenapa rasanya nanas dan bukannya timun. Karena pelayan ini gak tahu menahu tentang orderan gw, maka dia panggil temennya yang tadi ngelayanin gw. Sambil dengan pedenya mengomentari jus yang ada di tangan gw.
”enak kan jus tomatnya??”
”hah???!!&#”

Dalam hati gw mikir, ini pelayan budeg, bego, apa cuma becanda. Terus gw jelasin (sambil marah-marah, ketukan nada per kata do tinggi semua) kalo tadi gw-pesen-jus-timun, terus-nunggunya-lama-banget, pas-udah-jadi-cuma-dikasi-separuh-gelas-jus berwarna-kuning-berasa-nanas. Dan klimaksnya ketika si pelayan dengan pedenya bilang kalo gw suka ama jus tomat yang gw pesen.

Langsung aja gw komplain ke manajer restoran yang kebetulan ada disitu. Gimana gw bisa tau kalo itu manajer restoran. Soalnya dia satu-satunya yang berseragam putih dan pake dasi biru bergaris-garis miring. Lagian ada potonya ditembok, yang menginformasikan kalo dia emang manajer. Gak penting.

”Pak! Saya mau pesen jus timun. Biar bagaimanapun saya mau minum jus timun sekarang. Saya udah aus nih, malah dikasi yang aneh-aneh. Pokoknya saya cuma mau jus timun sekarang!!”
”tapi restoran kami sebentar lagi tutup”
”enak aja, saya udah antri dari tadi nunggu jus timun, eh dikiranya mesen jus tomat. Pas udah jadi, saya cobain rasa nanas. Separo lagi! Pokoknya saya cuma mau jus timun titik!”

Lantas pak manajer menyuruh bawahannya untuk buatin jus timun. Sambil gerendengan, ngedumel, komat-kamit, si pelayan nge-blend jus timun dan langsung nuangin ke gelas plastik untuk minuman take away. Mungkin karena terburu-buru mau nutup toko, si pelayan gak merhatiin kalo bibir gelas plastik itu retak. Dia langsung nyodorin ke gw dengan buru-buru. Pas gw pegang gelasnya, keluarlah jus timun dari retakan itu. Krekk…

Ya ampuun, susah amat mau minum jus timun. Pak manajer yang ngeliatin gw bukannya bantuin malah geleng geleng doang kayak orang sakauw.

”Pak! Bapak gak liat apa nih. Bleber nih. Minta gelas plastik lagi deh”
”tapi kami sudah mau tutup”
”ya elah emang ngambil gelasnya di Amrik apa?”
”tapi kami sudah mau tutup”

Pak manajer berpegang teguh pada pendirian kalo restoran udah mau tutup dan gak bisa ngambilin gelas plastik baru. Dengan keselnya gw katain aja tuh manajer, kalo itu restoran beserta manajer dan para staffnya pelit banget. Masak minta gelas plastik atu aja gak dikasi. Sambil ngotot dan agak menggebrak meja kasir, gw minta diambilin selembar plastik kiloan. Plastik yang biasanya buat jualan es batu.

Baru deh, pak manajer mau ngasi plastik kiloan buat nuang jus timun yang ampir bleber keluar semua. Setelah gw tuang ke dalam plastik kiloan. Gw kenyot jus timun di depan muka pak manajer sambil gw bilang.
”PUAS LO!!”

Eh gak taunya hari udah pagi, dan itu semua cuma mimpi. Tapi anehnya, mimpinya jelas banget dan gw kayak bener-bener ngerasain kejadian itu.

Gw ngimpinya pas lagi di Sukabumi. Waktu acara kumpul-kumpul sama temen-temen. Ceritanya lagi refreshing di sebuah pondok ditengah sawah, setelah kelamaan ngejogrog liburan di rumah. Kebetulan ada temen gw yang ngasi primbon dibalik cerita mimpi gw.

Jadi primbonnya menurut temen gw sih seperti ini, jus timun itu diibaratkan seperti sesuatu yang pengen gw raih dalam hidup (aiiihhh… matee..). Pertama kali yang gw dapet bukan sesuai harapan gw (jus nanas yang dikira jus tomat). Walaupun isinya cuma separo dalam arti gak memuaskan gw, tapi gw bakalan sempet ngejalanin itu (karena gw udah nyobain rasa jus nanas). Gw juga suka jus nanas, tapi maunya jus timun.
Untungnya gw memiliki motivasi, ambisi, keinginan yang kuat untuk bisa ngedapetin apa yang gw mau. Jadinya gw bisa terus berusaha dan berusaha untuk dapetin yang ingin gw raih (aiiihh… suksess…). hal ini digambarkan bagaimana ngototnya gw untuk bisa ngedapetin jus timun. Menurut temen gw, pak manajer beserta staff-staffnya itu adalah orang-orang terdekat gw. Karena memakai baju berwarna putih. Tapi disini agak bingung juga.
Terus, ketika jus timun berhasil gw dapat dan bleber keluar. Menandakan bahwa keinginan gw sudah berhasil gw dapatkan dan jumlahnya sesuai harapan gw dan bahkan sampai berlebihan. Tapi, packaging-nya agak berbeda (diibaratkan gelas plastik yang diganti ama plastik kiloan). Mungkin sesuatu yang gw dapatkan nantinya akan sama tapi cuma formatnya yang agak sedikit berbeda. Tapi nantinya gw bakalan puas dengan sesuatu tersebut karena emang sesuai dengan keinginan gw dari awal.

My question is: what is ”the something”?

Kayaknya gw udah bisa menebak-nebak dan ngerasa apa yang jadi keinginan gw di masa mendatang. Tapi semuanya gw balikin lagi dan pasrahin ama yang diatas (apaan yang diatas.. genteng?). Ya semuanya gw pasrahin ama ALLAH SWT, yang berhak mengatur dan memberikan jalan buat gw. Lagian mimpi kan bunganya tidur. Berarti tidur gw subur karena udah bisa berbunga. Hueee..

Hasselt.. i’”m really in LOVE

August 25th, 2006 by ageel

Hasselt 2006

Udah hampir sebulan gw terdampar di kota kesayangan gw di Belgia. Apalagi kalo bukan

Hasselt

, stad van de smaak. Persis 2 tahun yang lalu gw lagi giat2nya menimba ilmu di Limburgs ini. En Thank’s God ngasi kesempatan lagi buat gw untuk balik ke

kota

tercinta yang paling bikin suasana hati nano-nano. Waktu tau dapet beasiswa lagi, rasanya seneng banget ampe gak bisa ngomong.. makanya ditulis aje sekarang.

Pertamanya dapet kabar dari Prof. Wilmots via email kalo gw berhasil lolos beasiswa buat kuliah lagi di Universiteit Hasselt… Horeeee…. dan hebatnya lagi gw gak perlu ujian masuk karena langsung ditempatin di level 2. mahasiswa yang paling pinter masuk di level 1 dan paling ”rame” di level 7. jadi posisi gw di level 2 ini, yah lumayanlah ada peningkatan… karena 2 taun lalu gw masih ”rame” dan ada di level 5.

Jadi sekarang ini.. ehem.. ehem… udah pinter.. hehehe… tanpa ujian gitu loh, level 2 gitu loh… not bad gitu loh… so what gitu loh… hueueuehhehehe… seneng.

Terus yang serunya lagi, di Hasselt kota tercinta ini gw dapet Studio sendiri. Semacam apartemen tapi lebih kecil. Dan praktisnya lagi gw punya dapur sendiri walaupun kecil nan komplit di dalem kamar. Plus perabotannya… kalo mandi juga gak perlu repot kayak dulu harus keluar kamar, omdat ik nu eigen douche en wc heb. Maksudnya ada kamar mandi pribadi…. huahahahaha…. pokokna komplit pake telor… sayang gw gak banyak beli indomie dari belanda, jadi disini jarang makan indomie (tetep.. indomie seleraku). Di belgie gak ada indomie.. hiks..hiks…

Terus seminggu ini udah excursie ke Antwerpen dan sesudahnya harus membuat laporan tentang Antwerpen. Ternyata gw baru tau kalo tentang sejarah Antwerpen dan di Antwerpen ada jembatan yang panjangnya 500 meter berada di bawah sungai Schelde.. amooy keren…. dulu gw ngapain aje ye.. kebanyakkan becanda.. sekarang lebih serius lagi kayaknya..

Walaupun tugas kuliah menumpuk, gw suka en rela ngerjainnya, soalnya tugas kuliah disini dikerjakan setelah gw melihat sendiri dan bener2 paham ama permasalahannya. Misalnya besok pagi gw harus berangkat ke Ibukota Belgia yaitu Brussel atawa Bruxxels (sami mawon) selama 2 hari untuk buat report tentang bangunan yang menurut gw penting.. jalan-jalannya itu loh… gak nahan… (tetep!! mahasiswa indo, jalan2 lebih penting ama foto2 daripada mikirin tugas…wakakakkk)

abis dari Brussel, gw berencana dengan teman2 kampus disini mau kamperen… alias camping di Gent.

Tadi udah dapet sleepingbag buat camping di Gent. Gent itu kota di Belgia yang letaknya agak ke barat dan terdapat banyak kastil dan sejenisnya. Gw juga berencana buat ikutan Boottocht (naek kapal boat kelilingin Gent).. semoga berjalan lancar.

Dan yang paling gw ngarepin banget… mudah-mudahan rejeki, mau ngelamar kerja di KBC.. KBC itu bank di kota Leuven. Hari ini disuruh nulis CV ama dosen gw -ibu Jacqueline- dan bakalan gw bawa hari rabu minggu depan ke Leuven. Kalo rejeki mah gak kemana… huehehe…. tadi baru aja kelar bikin CV dalam bahasa belanda, semoga gak jelek2 banget. Soalnya gw udah lupa bikin surat lamaran pake bhs belanda… tapi masalahnya gw belom selesai kuliah di Indo… yah jajal bisa jadi wae lah….

Terus, temen-temen kampus disini selama semingguan ini belom terlalu ketauan bagaimana perilaku asli mereka. Soalnya masih baru kenalan dan agak jaim. Paling rame dan lucu dari Poland. Namannya Hanna. Nih cewek tinggi banget 1 meter 80 an lebih. Pertama-tama kenalannye di bawah puun (alah romantis kayak sinetron) di deket flatnye si Hanna di Salvator. Terus di kampus kalo lagi istirahat, dia suka nungguin gw hehehe…. kalo dikelas juga, gw belagak gak liat eh dia nyamperin gw…. bukannye gw GR… tapi dia duduk deket gw… hehehe…. umurnya 20 taun tapi pinter, dia belajar di level 1. gak sekelas sih, cuma kalo lagi kuliah literatur atau kuliah taal atau kuliah bersama suka sekelas dan pasti bareng ama gw..

Kemaren avond (malem tapi kayak sore), entah mengapa dan bukan disengaja.. gw ama Hanna nggak ikutan ke acara Gastfamilie. Padahal gak janjian dan kita sama2 ga tau kalo kita bedua gak minat ikut acara Gastfamilie. Satu alasan yang sama.. boring…

Jadilah malam itu tinggal bedua mahasiswa dari ”tingkat pertama” yang gak ada kerjaan. Untuk nyari kerjaan, jalan2 deh ke museum Jenever ikutan mahasiswa ”tingkat kedua”. Ternyata enak juga ke museum Jenever. Tau proses pembuatan Jenever –wine asli

Hasselt-

yang didistribusi ke seluruh dunia. Jenever disini bener2 yang terbaik dan rasanya enak banget… tapi menurut gw bah… ga enak… baunya aja kayak obat bius.. yah maklum alkohol yang udah dibegini-gitukan sedemikian rupa.

Balik dari museum sekitar jam 10 an dan ngejogrog di café ampe jam 1 malem. Ternyata Hanna kuat banget kalo disuruh nokip. Gile gw jadi diketawain ama Hanna… karena Cuma minum cola ama kopi doang… tokipan 3 gelas yang kalo disini disebut Pintje abis ditenggak Hanna.. bener2 cewek yang cool… tetep senyum en gak mabok… gw aja yang cola doang ama kopi udah mabok… padahal Cuma 3 botol udah eneg.. emang sih sempet ngicip De koninck (bir asli antwerpen).. tapi gak banyak… 2 botol… hhmph…huek…

Bukannya gw gr lagi nih… tapi si Hanna itu suka nungguin gw kalo lagi jeda istirahat. Tambah lama jadi tambah deket aja ama Hanna. Saban ada acara excursie pasti gw satu group ama dia. Sengaja memang. Soalnya asik banget nih cewek. Mulai dari Antwerpen, Leuven, Bruxxeles, sampe kota romantis Gent selalu ada Hanna.

Tapi setelah kuliah berakhir dan kita semua dinyatakan lulus, baru gw mulai ngerasa sedih banget. Soalnya sebentar lagi hari perpisahan dan semua mahasiswa bakalan balik ke negara masing-masing. Sumpah sedih banget… gw baru ngerasain bener-bener sedih bakalan gak ketemuan lagi. Mungkin kalo orang udah kawin terus cerai, kayak gitu rasanye. Sediiiih banget.. kepisah karena jarak (alah udah kayak telenovela). Tapi emang bener loh, gw ampe mirip film India yang ampe ngucurin aer mata terus sesengukan. Untungnya gak ampe nyari tiang terus muter-muter… pokoknya sediiih banget.. rasa sedihnya tuh beda banget, kayak orang dipisahin tapi secara baek-baek, dan mau gak mau emang harus pisah… wah pokoknya kacau balauw…

Pokoknya Hanna is mijn schaat, en ik verheug altijd om met haar samen te wonen. Ada peribahasa dari cina yang waktu perpisahan diceritain ama Hanna. Waktu dia ngomong gitu, gw udah hampir nangis lagi. Emang masih aja jaim takut disangka cengeng, pergilah gw ke man’s room untuk crying… hiks..hiks….

Peribahasanya mengatakan bahwa dalam hidup kita, paling tidak sedikitnya dua kali akan bertemu. Jadi masih ada kesempatan lagi untuk ketemu ama Hanna.

Ik hou van jou, alleen van jou…

I’m backpacker of Amsterdam

July 17th, 2006 by ageel

Ngomongin hal-hal bokep di Belanda emang gak pernah ada abisnya.. ada satu iklan optik di tv. Story boardnye ada segerombolan muda mudi yang naked di pantaidan hura-hura. Lalu mereka pada nungging sehingga keliatan (maaf) belahan pantatnye doang.. gak lama kemudian dateng kakek-kakek naek sepeda, terus dia mau markirin sepedanya di fiets staal (semacam gagang dari besi untuk naro ban sepeda). Karena matanya udah rabun, belahan pantat muda mudi yang lagi nungging itu dikirain fiets staal. Langsung aje ban sepedanya disodokin ke tuh pantat… hehehehehe… abis itu ada tulisannya… perlu penglihatan lebih jelas?? Wakakakakakkkk…. lucu bgt dah….

Nemuin hal-hal bokep gak sregg kalo gak dateng ke Amsterdam. Hari ini gw berangkat ke Amsterdam. Sekitar jam 8 pagi berangkat dan dianter ampe amsterdam, nebeng kakak gw yang mau reunian di Den Helder. Lumayan.. lagi-lagi ngirit ongkos. Sebagai backpacker emang harus bener-bener berhemat hehehe… masak kalo naek kereta dari Breda ke Amsterdam bolak-balik menghabiskan sekitar 38 euro… aiihh.. gile yee.. sangat bertolak belakang dengan prinsip backpacker yaitu dengan modal sedikit-dikitnya bisa jalan-jalan terus…. hehehehe… kapan juga nih prinsip di patenkan?

Singkat cerita, sampe di Amsterdam jam 9.30an. tapi gak langsung di cntrumnye, gw di drop ampe stasiun Metro di Vrije Universiteit Amsterdam. Dari sana naek metro ampe centraal station amsterdam. Sekitar 30 menit perjalanan. Lagi-lagi tanpa map. Sendirian.l Nekad yee… sebenernya gw punya map amsterdam, tapi sayangnya ketinggalan di depok… uh sial… ya udahlah.. lantas di centraal station masih cukup pagi dan belom begitu rame turis-turis dari mana-mana.. gw juga agak kikuk mau kemana…. akhirnya sampailah gw kesuatu museum.. yap.. tujuan pertama sexmuseum amsterdam. Dengan membayar toegang prijs (tiket masuk) sebesar 3 euro, gw liat proses esek-esek dari jaman jebot ampe sekarang. Selain itu ada juga lucu-lucuan yang jelas-jelas porno di dalem museum.. this is definitly different museum dari museum-museum yang udah pernah gw liat.. bener-bener mesum tapi dikemas dalam museum… hehehehe…

Keluar dari museum ada semacam informasi kios buat para turis, dan untung banget gw bisa dapet map secara gratisan.. tujuan gw setelah baca map, yaitu albert cuypmarkt. Ini semacam pasar yang terkenal banget di belanda. Tempatnya agak jauh memang, tapi gw rela jalan kaki sembari liat-liat kota amsterdam.

Kalo udah pernah liat tayangan fenomena di trans tv tentang amsterdam yang ngebahas prostitusi dan drugs secara legal, pasti tau yang namanya red light district area. Kalo bahasa belandanya rode licht. Di daerah lampu merah ini cukup lama juga gw muter-muter. Mulai dari keluar masuk toko-toko souvenir yang menjual berbagai accesoris sex, dvd porno, ngelewatin berbagai coffeeshop yang fungsi utamanya buat ngedrugs dan ngeganja, sampe pengen mencoba melihat langsung live sex show di berbagai teater kecil spanjang daerah red light. Tapi untuk nyobain hal itu semua perlu kocek yang banyak juga lo… gak semurah yang dibayangin… untuk live sex show sekitar 10 menit harus bayar 6 euro per orang, dan nunggu jam tayangnya. Kalo yang bener- bener komplit dan ditemani dengan cemilan-cemilan tarifnya 45 euro per orang.. yahh…500 rb lah… tempat-tempat seperti casa roso, bulldog, dsb menyajikan atraksi live sex yang konon katanya top… mau coba??… mmm gimana ya?? Mahal betul sih.. apa gw ngelamar aje jadi artisnye yee… yang ada bubar tuh tononan…hehehe

Kalo di toko-toko sexshop, banyak dijual alat bantu sex yang model, fungsi, kegunaan, ukuran, jenis, bentuknya 1001 macam. Yang paling seru sih waktu menyusuri gang-gang senggol di red light. Kalo mau ngerogoh kocek dan udah gak inget ama yang diatas, tersedia berbagai wanita penghibur alias pelacur. Mulai dari yang putih-item, bule-negro, kurus-gendut, muda-tua, cantik-omas, toket gede-kecil, telanjang-bikinian, lagi berdiri, celentang, nungging, ngerokok, dandan, ada semua… pokonya you named it, you got it… hip…hip…hoera!!….

Maaf di daerah ini khusus man only, kalo cewek yang liat-liat, bakal dikacangin… menurut gw ada satu perek yang nggak kayak perek… cantik, bule, tinggi, bohay, pokoknya… $%&^#@!!… Ggrrrrhhhh…

Gw ampe mikir, kenapa bisa ampe jadi perek?? Mendingan jadi model… gw sih mau kalo dipaksa kawin ama dia.. tapi aids gak ye??

Asal tau aje, tarifnye per 20 menit sekitar gocap euro… haha.. 20 menit doang gitu… mungkin bisa nego… kalo gw dipaksa kawin ama dia, berarti kan 24 jam sehari dikali sisa idup gw… aarrrrggghhhh….. @#*&%^$??

Ada juga perek yang ibu-ibu.. masak waktu dia liat gw, dia bilang gini: ”come on… come to mama.. I have big tete… lekker voor jou!!…. huahhahahaha…. Mungkin dia tau gw dari

Indonesia

, jadi dia tau apa artinya tete…. Wkakakakakkk….

Mungkin kalo baca cerita gw ini, kayaknya gw udah gak beres en rada2 sinting yak?? Ini semua ada loh di amsterdam, dan menjadi hal-hal yang boleh dibilang ”lumrah” buat orang yang berkunjung ke amsterdam. Terus kenapa juga gw mau liat-liat begituan segala?? Karena gw Cuma mau nambah pengalaman aje tentang belanda. Ngga lebih. Mereka dan segala macamnya itu adalah bagian dari masyarakat amsterdam. Asal tau aja, diatas kamar etalase para kupu-kupu itu… (gw gak bilang kupu-kupu malam, soalnya mereka beroperasi siang-siang bolong).. tinggal berbagai keluarga dari berbagai etnis, dan latar belakang yang berbda pula. Dan hebohnya lagi, disekitar red light itu ada tempat buat beribadah juga yang cukup besar. Jadi, yah emang begitu itu mereka…. mencari sesuap roti, dan udah dari sononye kali….

Udah sore, harus balik ke Breda. Jajnian ama kakak Rens di Amsterdam Amstel. Harus cepet nih, lagian udah cape juga. Besok siap siap mau ke Belgia. Ke kota Ieper deket perancis tempatnya dewa iyan.. pasti besok asik banget… cant wait…

musim panas dimulai

July 11th, 2006 by ageel

30 hari udah lewat dari terakir kali gw liat monas. Rasanya kok cepet banget. Padahal kalo di Depok rasanya seminggu aja kok lamaaa pisan.. sekarang ini di belanda udah totally musim panas alias Zomer. Tapi panasnya gak sepanas di Indonesia (atau emang belom panas). Saban malem gw liat prakiraan cuaca di TV. Karena prakiraan cuaca penting banget buat tau cuaca besok. Kalo di Indonesia mah gak perlu prakiraan cuaca, soalnya udah pasti panas. Kalo di belanda, orang-orang pada ngarep agar cuacanya bagus tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Ternyata seminggu ini cuacanya bakalan bagus.. yuuhuu.. suhunya sekitar 25 derajat di siang hari dan sekitar 18-20 derajat di malam hari. Dengan gegap gempita mendengar berita cuaca bagus gw langsung berencana untuk bersepeda agak jauh dikit dari kota dimana gw tinggal. Yah namanya juga ramalan cuaca, emang sih gak gitu panas en gak gitu dingin… tapi anginnya… brrrr…. kayak ditiup dari belakang waktu genjot sepeda.. kalo anginnya dari depan… wuiihh… genjot sepeda rasanya gak maju-maju… padahal itu juga udah pake gigi yang paling enteng… jadi kangen ama motor kesayangan gw di depok… kalo motor gw bisa dibawa, wuiihh senangnya….

O,iye Waktu jadi backpacker di Paris, ada kejadian yang menguntungkan buat gw. Gimana ceritanya… jadi gini, waktu di salah satu stasiun metro, tiba-tiba gw berasa pengen kencing en aus secara berbarengan. Tapi bukan berarti gw pengen minum air kencing gw loo… heheehehhhee… walhasil gw mencari toilet umum, setelah selesai kencing lalu pergi ke mesin minuman kaleng… klontang.. gw masukin logaman 2 euro dan milih minuman cola… tiba-tiba klontang-klontang… loh kok duit gw keluar lagi… tapinya jadi 2 logaman 2 euro… hah duit sapa nih??… ah bodo amat… lumayan 4 euro.. gw masukin lagi ah… klontang-klontang.. eh keluar lagi 4 euro… wahahaha…. lumayan-lumayan… eh tiba-tiba ada orang yang ngantri juga pengen beli minuman, ya udah gw minggir… gw liatin tuh orang gak bisa juga pake mesin, terus dia kesel lantas digedor-gedor tuh mesin minuman… klontang-klontang-klontang…. banyak banget dia dapet duit… terus dia ngliatin gw en ketawa dan langsung pergi… siaal dalem hati… kenapa gak gw gedor aje tuh mesin… tapi udahlah… lumayan juga, dari modal 2 euro jadi 8 euro… tapi masih aus nih… gimana ya?? Ya udah lah, gw keluar stasiun dan pengen cari cafe buat beli minuman dari hasil duit gak halal (bukan salah gw)… tak disangka tak diduga tanpa direncana…. gw ketemu kantor gw waktu di jakarta hehehe… yaitu Starbucks. Ternyata di Paris yang luas ini, bisa juga gw nemuin Starbucks. Tanpa babibu lagi, karena tenggorokan udah kering dan panas menyengat, langsung aje gw beli Mocha Banana Frappucino Blended Cream. Ternyata standarisasi starbucks di Paris en Jakarta sama aja lo.. Cuma harganya yang beda. Kalo di Jakarta segelas minuman ukuran Tall sekitar 27 rb, kalo di Paris 4,30 euro… weleh-weleh… ah sebodo amat… yang penting nikmat…. tidak lupa foto-foto… wakakakkk…

Biar dibilang banci foto kek, fotofilia kek… emang gw pikirin…. soalnya dengan motret-motretin objek-objek tertentu, gw jadi ngerasa inget dan punya kenangan ama tuh tempat.. yah mirip-mirip kayak  Dumbledore kalo lagi nyabutin jenggot buat ditaro di Panssive…. bedanya gw gak pake jenggot, tapi pake kamera… wahahahaha….

Beberapa hari belakangan ini gw jadi agak kagen ama Jakarta.. pengennya sih balik, tapi entar kalo udah sampe Indo kok jadi pengen di Belanda juga. Jadinya gw harus sabar-sabar deh di Belanda. Kalo malem, gak bisa tidur dibawah jam 12.. nonton TV banyak tayangan bokepnya loh…hehehe… kalo di Indonesia udah di Bredel kali… tayangan bokep yang legal di Belanda biasanya setelah jam 10 malem. Iklan-iklannya juga bokep. Kalo di poskota kan suka banyak iklan ”happy Phone”, kalo di Belanda dah bener-bener ditayangin.. pertamanya cewek pake baju lengkap, terus lama-lama buka baju ampe bugil… hehehehe… abis itu ada no telpon buat ngehubungin… ini legal loo… hehehe… kalo ada FPI di Belanda, gimana jadinya ya??

Selain tayangan bokep, ada juga TV kabel berlangganan yang nyiarin acara Indonesia. Namanya Garuda TV Yours.. kampungan banget yak kedengerannya… udah gitu acara yang ditayangin film-film en sinetron jaman dulu.. pokoknya udah gak up to date.. tapi banyak iklan tentang keindahan dan pariwisata Indonesia… bangga juga sih ngeliatnye.. ini satu-satunya saluran hiburan buat gw tanpa mikir dulu tuh orang di TV ngomong tentang apa. Soalnya kalo saluran2 TV yang lain pake bahasa inggris lah, belanda lah, perancis lah, jerman lah…. yang membutuhkan ekstra tenaga untuk mencerna maksudnya…

Bienvenue

July 3rd, 2006 by ageel

Udah lebih dari seminggu gak nulis2 imel, rasanya ada yang aneh… mulai dari melanglang buana di

Rotterdam

sampe jelajahin

Paris

, semuanya cool abiss. Waktu di Rotterdam gw bener2 berlatih untuk menjadi backpacker dalam sehari. Tanpa map of Rotterdam, gw nekat muter2in tuh kota. Tapi gak nyasar lo… Rotterdam keren banget karena merupakan kota pelabuhan terbesar di eropa. Kalo di Asia kayak Singapore gitu.. banyak kapal dan pelabuhannya tertib, rapi, teratur, untuk bongkar muat kapal.

Ada satu tempat yang bikin perasaan jadi miris.. jadi inget Indonesia Raya… pengorbanan para pahlawan Indonesia mengusir penjajah (terlalu didramatisir). Gw liat dengan mata kepala sendiri di Rotterdam ada sebuah bangunan tua yang mungkin di buat tahun 1700an yang fungsinya untuk menampung hasil jarahan dari bumi pertiwi Indonesia. Bisa dibayangin, bangunannya gede banget kayak gudang yang panjangnya sekitar 100 meter, dan terletak di pinggiran sungai Rhein. Di depan gudang itu ada tulisan JAVA, SUMATRA, CELEBES, BORNEO. Maksudnya tempat hasil jarahan dari Indonesia di simpan. Wah rasanya kayak abis kemalingan, Indonesia isi perutnya diambil terus dipake di Belanda. Agak kesel juga… tapi… MERDEKAA!!

Pulang dari Rotterdam, kok rambut gw jadi mulai tambah rontok lagi yee.. bt.. padahal udah dipiara-piara biar panjang.. akirnya terpaksa gw botakin aja sekalian…. daripada banyak yang rontok… walhasil sekarang potongan rambutnya jadi cepak dan tipis.. BT… yah gak papa lah…

Dua hari setelah dari Rotterdam, tepatnya di hari sabtu gw berangkat liburan ama kakak gw, suami, en anaknya ke Perancis. Lumayan lama seminggu di Perancis, tapi rasanya singkat padat. Kami semua berangkat bawa mobil dan menempuh jarak perjalanan sekitar 550 km dari Breda-Paris. Tapi Cuma 6 jam perjalanan.. yah itung-itung jakarta-bandung agak macet dikit….

Sampe di Perancis udah siang dan langsung istirahat di Hotel. Senengnya, gw nginep di Disneyland Hotel selama seminggu… hehehehe… kerjaannya saban hari ke Disneyland melulu. Karena ada akses lima hari berturut-turut untuk masuk Disneyland Park sama Walt Disney Studio. Terus kalo malem jalan-jalan di Disney Village… huahahahaha…. cool abis… kalo bahasa belandanya…vetkoel man!!… wahan-wahananya TOB ABIS.. acung 4 jempol…

Selain muterin Disneyland, gw juga beli tiket metro untuk keliling2 kota Paris selama 2 hari berturut-turut. Kesemua tujuan stasiun metro dan bus di Paris, gw punya akses dan gak perlu beli2 tiket lagi.. jadinya selama dua hari itu, gw puas-puasin liat Eiffel, Arc De Triomph, Champ de Elyysee, PlaceDe la Concorde, Gallerie Lafayette, NotreDame, Sacreceur and the most beautiful Place.. Musee De Louvre. Di deLouvre foto-foto banyak banget kayak di film Davinci Code.. oh god.. keren abis.. vetkoel man!!

Hari kedua di Paris, juga gak gw sia-siain.. dari pagi gw udah ngejogrog di stasiun Metro Marne La Vallee (Di kawasan disney). Tujuannya ke Invalides, President Palace, Eiffel Lagi, Pont D Alma (tempat Lady Di), versailles, dan berakhir di Boetiek Delaveine untuk beli beberapa souvenir juga jeans. Pindah metro sana-sini, nyebrangin tube, nyasar2 dikit, gak bakal gw lupain soalnya hari kedua gw keliling sendirian. Alone in Paris but not Lost… ketemu ama para backpacker yang bener-bener niat. Bawaannye banyak banget.. kayak orang mau naek gunung… cewek-cewek juga tangguh, bawa tas gemblok sekali 2 terus bawa tas jinjingan juga. Salut salut….

Sayangnya orang perancis terlalu chauvinis, jadinya sangat susah waktu gw nanya-nanya sesuatu dengan bahasa inggris. Mereka gak bisa bahasa inggris, karena mereka pikir bahasa perancis dimengeri semua orrang dan gak mau ribet belajar bahasa lain. Tapi gw jadi bangga juga bisa bahasa inggris dan sekalinya kepake gak ada yang bisa jawab…hehehhe….

Pokoknya… Paris, I’m in Love…

mau ke Rotterdam

July 3rd, 2006 by ageel

Udah sembilan hari aje gw di Breda, belom banyak jalan-jalan.. paling saban hari gw nganter Alvian,ponakan gw yang masih tk, pergi ke sekolah saban pagi. Abis nganter Alvian biasanya gw ngejogrog di perpustakaan Breda… etah busseett.. perpusnye keren abis.. gw langsung kebiasaan keluar noraknya kalo ngeliat bangunan yang artistik futuristik modern menggelitikh..

Di perpus sih kagak baca buku, rencananya mau nyari internet gratisan.. tapi sial.. kagak ada!! Harus bayar 2 euro sejam.. tapi enaknya kalo gw baru pake 20 menit, sisanya yg 40 menit masih bisa remaining gitu.. kayak pulsa hape aje.. dan kecepatannya… ajee gile.. baru kedip udah ganti halaman… hebat.. hebat… salut..salut… prok…prok..prok…pok ame ame belalang kupu-kupu…..

Abis dari perpus gw nongkrong (kagak boker loh), di taman kota… ceilah..gaya banget dah…ngeliat kolam ama air mancur en nikmatin rindangnya poon..

Semua tempat ini bisa dicapai Cuma dengan naek sepeda atawa jalan kaki juga bisa…terus baru gw balik ke rumah jam 12 buat makan siang..

Terus jam 2an atawa jam 3an (tergantung jadwal) gw jemput pulang Alvian dari sekolah. Kalo sore-sore paling gw muter-muter di centrum, liat-liat ini itu… kasiaan deh.. kagak beli… hehehehe….

Sekarang ini di holland lagi demam bola piala dunia.. dimana-mana ada tulisan oranje HUP HOLLAND… yah maklum aje semua orang belanda pengen kalo Belanda menang..

Skitar ashar jam 6an baru gw balik kerumah…

Disini jadwal sholatnya very different.. Cuma shubuh aje yang sama. Kalo zuhur jam 2.15 siang terus ashar 6.30 sore kalo magrib 11.15 malem. Bisa bayangin kalo puasa gimana laparnya….

Baru kemaren i saw completely dark of holland (sunset) yaitu jam setengah 12 malem.. gile betul… soalnya jam 10an gw udah tepar dikasur… ya Allah maafkanlah hambamu ini yang tidak bisa menunaikan ibadah sholat secara komplit… amin…

Besok pagi nih (skrng jam setengah sepuluh sore) gw diajakin ke

Rotterdam

ama kk Rens(suami kk gw) naek mobilnye. Kebetulan dia ada kerjaan di

Rotterdam

, jadi gw diajak.. lumayan ngirit ongkos kereta. Kalo gw naek kereta pulang pergi Breda-Rotterdam sekitar 25 euro. Lumayan kan!! Padahal kakak gw bilang itu normal buat ongkos kereta, tapi kok gw ngerasanya masih mahal banget Cuma buat perjalanan sejam setengah.. kalo di Indo udah bisa pp jkt-bdg… hehehehehehe….

Kalo lagi jalan-jalan sendirian gitu, udah serasa backpacker ketinggalan kapal. Mau foto-foto gak ada yang megangin. Tapi enjoy aje sih…

Terus hari ini sempet nelpon prof Wilmots. Gw mau nanya ke dia, apa masih bisa ikutan zommercursus lagi di Hasselt. Kalo bisa kan lumayan tuh… tiga minggu balik ke Hasselt. Yah semoga aja bisa dan ada kesempatan…

O, iye.. yang paling menggembirakan adalah tanggal 25 juni nanti gw pergi ke paris en disneyland selama 6 hari… huahahahahaha….. perginya ama kakak gw, suaminya en ponakan gw.. ceritanya liburan gitu… soalnya orang belanda mulai bulan depan udah pada mulai liburan. Jadi pada sibuk pergi jalan-jalan. Ada yang ke italia, yunani, dll. Mungkin kalo di Indo pada ke bali, bandung, jogja, gitu kali yee..

Gw mau cerita apalagi yaa?? O iya, pada tau kan crayon sincan.. kartun favorit gw… ternyata di belanda ada and of course in dutch… wah… senangnya… sang gajah terkena flu.. pilek tiada henti-hentinyaaa….